Skip to main content

Percobaan

Ah namanya manusia memang nggak ada puasnya. Termasuk saat ngintip blog tetangga kok simple, enak diliat, produktif tulisannya terus domainnya juga mudah diingat de el el. Berbeda dengan punyaku, udah layoutnya adopsi dari free blogger template, juga alamat domainnya yang susah diingat. Akhirnya tiap kali ngintip tetangga sebelah pengen niru aj tapi sayang masih aja gak bisa. Tapi nggak apa-apalah, step by step bro! ini aku nyoba bikin domain baru. moga bisa bertahan lama n bisa aktif terus....

Comments

Popular posts from this blog

Road to Masjidil Haram.

"Pergi ke Masjidil Haram adalah sebuah panggilan Allah". Ungkapan ini bukan sekedar isapan jempol saja. Tapi memang itu sebuah fakta yang kita tidak bisa pungkiri. Bagaimana tidak, meskipun orang yang hartanya bertumpuk-tumpuk, orang Itu belum tentu krentek untuk bisa meksanakan rukun islam yg terakhir itu. Ada juga yang hartnya dah terkumpul dan berazam untuk melaksanakannya juga ada. Namun ada saja halangan yang ditemui di depannya. Entah kondisi fisik, ataupun yang lainnya yang kurang siap. Dan masih banyak lagi kendala-kendala lain yg menyebabkan kebrangkatan tertunda. Di luar sana Justru sebaliknya. Banyak orang yang kita pikir secara akal sehat mereka tidak mampu untuk mengerjakan rukun terakhir dalam islam itu. Tapi buktinya justru sebaliknya, mereka bisa saja berangkat bahkan tanpa duit sepeserpun di tangan mereka. Inilah yang disebut panggilan untuk jadi tamu Allah. Semoga kita tergolong salah satu diantar mereka yang dapet penggilan. Nah sekarng aku kpngen cerita so...

EGP dengan rasa maskanku.

Semenjak aku pulang dari Saudi, aku memilih tinggal di tempatku yang dulu. Lokasinya sama tapi sekarng dilantai paling atas. Kalo di sini disebut sutuh. Sementara ini di dalamnya ada dua penghuni. Yang satu dari Jambi sedangkan yang satu lagi dari Medan. Rumahnya cukup luas, terdiri tiga kamar yang cukup luas juga, satu kamar mandi dan satu tempat masak. Semua lantainya telah dilapisi dengan karpet warna-warni. Sengaja aku memang langsung menuju rumah itu karena menurutku itu yang paling tepat. Aku sudah nggak punya hak untuk tinggal lagi di rumahku yang dulu. Karena tempat itu adalah sekretariat Persatuan Pelajar Indonesia, yang mana dulu aku sempat tinggal sementara setlah kepengurusan usai. Sementara aku kini sudah lengser dari kepengurusan. Jadi ya lebih baik cari tempat lain yang lebih netral. Sudah sekitar seminggu aku tiba dari Tanah suci. Namun belum juga membiasakan diri beraktifitas kayak biasanya. Seringkali masih terkena virus aras-arasen. Seperti halnya untuk masak, selama...