Skip to main content

Road to Masjidil Haram.

"Pergi ke Masjidil Haram adalah sebuah panggilan Allah". Ungkapan ini bukan sekedar isapan jempol saja. Tapi memang itu sebuah fakta yang kita tidak bisa pungkiri. Bagaimana tidak, meskipun orang yang hartanya bertumpuk-tumpuk, orang Itu belum tentu krentek untuk bisa meksanakan rukun islam yg terakhir itu. Ada juga yang hartnya dah terkumpul dan berazam untuk melaksanakannya juga ada. Namun ada saja halangan yang ditemui di depannya. Entah kondisi fisik, ataupun yang lainnya yang kurang siap. Dan masih banyak lagi kendala-kendala lain yg menyebabkan kebrangkatan tertunda. Di luar sana Justru sebaliknya. Banyak orang yang kita pikir secara akal sehat mereka tidak mampu untuk mengerjakan rukun terakhir dalam islam itu. Tapi buktinya justru sebaliknya, mereka bisa saja berangkat bahkan tanpa duit sepeserpun di tangan mereka. Inilah yang disebut panggilan untuk jadi tamu Allah. Semoga kita tergolong salah satu diantar mereka yang dapet penggilan.

Nah sekarng aku kpngen cerita soal kegiatanku untuk beberapa hari lalu mengenai persiapanku untuk menuju Saudi Arabia.

Alhamdulillah aku dan 101 mahasiswa lainnya diamanahin untuk menjadi pemandu para jam'ah haji di sono. Kami diberangkatkan dari Kairo dengan jumlah 102 orang. Sedangkan sisanya berasal dari negra Timur tengah lainnya. 102 orang itu terdiri dari para mahasiswa Pasca sarajana dan para ketua-ketua organisasi di lingkungan PPMI Mesir.

Ternyata tak semudah yang dibayangin untuk pergi ke sono. Meskipun apa2 udah dijamin tapi ada saja kendalnya. Jadi, kemren seblum t 19 oktober 2009 tu ada info bahwa kmungkinan kita akan berangkat tagl 19 tersebut. Tapi karena maslah visa yang belum clear akhirnya keberangkatanpun di cancel. Waktu itu aku dah siap2 meskipun saat itu pula kondisi kesehatanku kurang fit.

Kita menunggu lagi sampai calling visa turun. Kalo gak salah tgl 25 sore akhirnya calling visa turun juga. Itupun tak lepas dari usaha staf KBRI Kairo yang bolak-balik meminta instansi2 yg berwewenang untuk mepercepat urusan visa tu. Hati rasanya lega bgt. sms maskuk, aku diminta untuk segera merapat ke kairo untuk mempermudah koordinasi.

Tanggal 27 pagi saya langsung cabut dari Tanta ke kairo. Dianter sama temen serumah serasa sudah mau bernagkt Haji aja. Tapi aku pamitnya ke kairo aja coz keberngaktan juga belum ada kepastian. ditengah jalan, sambil mengingat2 pesen dari kawan yg harus saya tunaikan jika nanati aku tiba disana, seraya berangan-angan. "Ya Allah betapa besar rahmatMu. sedikit aja saya berdo,a dah engkau kabulkan'.

Tibalah aku di kairo setelah kurang lebih 2,5 jm perjalanan. Seperti biasa aku numpung di rumah kawan satu almamater. Malem harinya aku minta dianter ke sorofah (baca:exchange) untuk nukerin uang. Dalam perjalan pulang hpku berdering. titi tit tit tit "malem ini temus kumpul di konsuler jam 9". Btinku menanyakan. "ada hal apa ko tiba2 kumpul mendadak gini".

Setelah sampai di rumah akupun duduk sejenak sambil nunggu jam 9 malem. Sekitar jam 9.15 malem aku berangk ke Konsuler. Dan sebagian temen yang lain juga dah pada kumpul. Setelah beberapa menit Acaranyapun dimulai.

Di situ kami sangat kaget saat dikasih tau kalo kita ternyata menemui kendala lagi. Stempel faksinasi yang menjadi syarat penting masuk Saudi Arabia, rata-rata belum lengkap.Pada sapat itu pula kita seakat untuk mencari sebuah pemecahan. Dengan beberapa msukan, akhirnys kita memlih untuk faksinasi ulang dengan stempel baru. Untungnya juga, ada info yg menyebutkan klo di Cairo Airport ada tempat faksinasi yang buka 24 jam. Beberapa saat kemudian akhirnya kita yang jumlahnya 82 orang langsung meluncur ke sana. Faksinasi selesei sekitar jam 3.30 malem.uih capek bener.

siang ini agendanya panitia dan ditemani ama salah satu staf KBRI ingin menyelesaikan visa kemudian dilanjutkan dg boking tiket pesawat. Semoga urusannya dipermudah n cepat berangkat .Allahuma amien.

Comments

Umia Azzahra said…
Subhanallah...
semoga sy dapat segera dipanggil berziarah ke rumah ALLAH. AMin....
Ditunggu post2 berikutnya...

Popular posts from this blog

Percobaan

Ah namanya manusia memang nggak ada puasnya. Termasuk saat ngintip blog tetangga kok simple, enak diliat, produktif tulisannya terus domainnya juga mudah diingat de el el. Berbeda dengan punyaku, udah layoutnya adopsi dari free blogger template, juga alamat domainnya yang susah diingat. Akhirnya tiap kali ngintip tetangga sebelah pengen niru aj tapi sayang masih aja gak bisa. Tapi nggak apa-apalah, step by step bro! ini aku nyoba bikin domain baru. moga bisa bertahan lama n bisa aktif terus....

EGP dengan rasa maskanku.

Semenjak aku pulang dari Saudi, aku memilih tinggal di tempatku yang dulu. Lokasinya sama tapi sekarng dilantai paling atas. Kalo di sini disebut sutuh. Sementara ini di dalamnya ada dua penghuni. Yang satu dari Jambi sedangkan yang satu lagi dari Medan. Rumahnya cukup luas, terdiri tiga kamar yang cukup luas juga, satu kamar mandi dan satu tempat masak. Semua lantainya telah dilapisi dengan karpet warna-warni. Sengaja aku memang langsung menuju rumah itu karena menurutku itu yang paling tepat. Aku sudah nggak punya hak untuk tinggal lagi di rumahku yang dulu. Karena tempat itu adalah sekretariat Persatuan Pelajar Indonesia, yang mana dulu aku sempat tinggal sementara setlah kepengurusan usai. Sementara aku kini sudah lengser dari kepengurusan. Jadi ya lebih baik cari tempat lain yang lebih netral. Sudah sekitar seminggu aku tiba dari Tanah suci. Namun belum juga membiasakan diri beraktifitas kayak biasanya. Seringkali masih terkena virus aras-arasen. Seperti halnya untuk masak, selama...