Skip to main content

Hari ini Musa, kemarin Fir'aun




Ngadepin orang Mesir pasti bakal nemuin dua sifat yang sangat bertentangan. Ya, sebenernya bukan mesir aja. Dimana-mana dua hal tersebut pasti ada dan tidak mungin bisa dipungkiri. Namun yang aku rasakan, perbedaan itu sangat mencolok saat aku berhadapan dengan orang Mesir. Terkadang kita akan nemuin orang yang baik banget, terkadang pula kita akan nemuin orang mesir yang njengkelin banget. Kalau sebagian penikmat tulis menulis hal itu dikaitkan dengan asal muasal atau nenekmoyang orang Mesir sendiri. Kalau yang baik banget mungkin karena masih ada keturunan sifat Nabi Musa AS. dan kalo yang buruk banget mungkin masih ada keturunan dari sifati Raja Fir'aun. Entah diambil dari sudut pandang apa orang-orang sering menyebutnya seperti itu.Saya sepakat, tapi buatku dua hal tersebut lebih sering saya gunakan untuk sekedar perumpamaan saja, tidak lebih.

Bercerita tentang aktifitasku bebrapa hari ini memang sedikit melelahkan. Kadang sampai harus berlapar-lapar hanya untuk nungguin pegawai kuliah yang hobinya mau ditunggu.:D. Aku lagi menyelesaikan pengeluaran Ijazah. Sekitar 3 bulan yang lalu aku sudah mulai untuk mengajukan proposal percepatan pengeluaran ijazah. Tapi hasilnya jauh dari perkiraan. Sepulang dari tanah suci, rencananya tinggal prepare untuk pulang kampung. Karena yang saya perkirakan, ijazah sudah ada di tangan. Namun kenyataanya justru sebaliknya. setiba aku di Mesir, Ijazah masih belum apa-apa. Akupun memulai untuk pengurusan itu. Bener-bener dari awal lagi.

Hari ini. Ya hari ini. Bukan kemaren atau besok. Kalo kemaren atau besok pasti beda ceritanya. Alhamdulillah hari ini keberuntungan perpihak untukku. Entah apa yang membuat para jajaran staf administrasi kuliahku tadi berlaku ramah tak seperti biasanya. Serasa angin sepoi-sepoi yang dihembuskan oleh dedaunan iju ruyu-ruyu saat menerpa panasnya tubuh berkeringat di bawah terik matahari. Sejuk dan menyenangkan. Tiap kali aku masuk ruangan, aku disambut dengan senyum. Saat aku blum meminta, aku sudah ditawari. Saat aku minta, tanpa pikir panjang aku diantar ke mana tempat yang ingin aku tuju. Senyum khas orang Arab. "yahibibi...enta ausy eih? fi haja? ta'ala.! tahta amrok" sapa salah satu pegawai bagian pendidikan. Saat aku masuk ke ruang Dekanpun, situasinypun tak jauh beda. "Enta min ein? Andonesi?" Tanya dekan Fak. Ushuluddin dan Da'wah di kampusku itu, Sambil duduk santai di atas kursi empuk dan menebar senyum. "ayuwah" sahutku sambil sumringah. he he. Selanjutnya juga seperti itu, masih dengan nuansa ingin membantu dan ingin segera menyelesaikan apa yang aku minta. Terakhir, saat aku masuk ke ruang Dekan kembali, beliau tersenyum dan bertutur do'a semoga urusanku lekas selesei. "Tawakkal 'alallah" katanya.

Berbeda ceritanya dengan beberapa hari sebelumnya. Semua serasa cuek, tak peduli saat aku bener-bener butuh bantuan beliau-beliau. Saat aku bertanya soal ijazahku, salah satu petugas menjawab "la'a yabni.lessa maujud dil waqti. sanah gai insyallah" -belum anakku, blum ada untuk saat ini.mungkin tahun depan- kira-kira artinya seperti itu.Padahal belum dicek ato diliat-liat apa sudah ada ato belum langsung jawab kayak gitu. Aku cuma bisa mengelus dada. Belum lagi aku yang harus dipontang-panting dari petugas satu ke petugas yang lainnya. Belum lagi pulang pergi Tanta-Kairo, Kairo-Tanta yang jarak tempuhnya sekitar 90 KM. Wah bener-bener melelahkan.

Begitulah uniknya saat berinteraksi dengan keturuanan Fir'aun atau Musa. Selalu menemukan dua hal yang saling bertentangan. Tapi semoga keduanya bisa dipetik hikmahnya. Amien.

Comments

Popular posts from this blog

Percobaan

Ah namanya manusia memang nggak ada puasnya. Termasuk saat ngintip blog tetangga kok simple, enak diliat, produktif tulisannya terus domainnya juga mudah diingat de el el. Berbeda dengan punyaku, udah layoutnya adopsi dari free blogger template, juga alamat domainnya yang susah diingat. Akhirnya tiap kali ngintip tetangga sebelah pengen niru aj tapi sayang masih aja gak bisa. Tapi nggak apa-apalah, step by step bro! ini aku nyoba bikin domain baru. moga bisa bertahan lama n bisa aktif terus....

Road to Masjidil Haram.

"Pergi ke Masjidil Haram adalah sebuah panggilan Allah". Ungkapan ini bukan sekedar isapan jempol saja. Tapi memang itu sebuah fakta yang kita tidak bisa pungkiri. Bagaimana tidak, meskipun orang yang hartanya bertumpuk-tumpuk, orang Itu belum tentu krentek untuk bisa meksanakan rukun islam yg terakhir itu. Ada juga yang hartnya dah terkumpul dan berazam untuk melaksanakannya juga ada. Namun ada saja halangan yang ditemui di depannya. Entah kondisi fisik, ataupun yang lainnya yang kurang siap. Dan masih banyak lagi kendala-kendala lain yg menyebabkan kebrangkatan tertunda. Di luar sana Justru sebaliknya. Banyak orang yang kita pikir secara akal sehat mereka tidak mampu untuk mengerjakan rukun terakhir dalam islam itu. Tapi buktinya justru sebaliknya, mereka bisa saja berangkat bahkan tanpa duit sepeserpun di tangan mereka. Inilah yang disebut panggilan untuk jadi tamu Allah. Semoga kita tergolong salah satu diantar mereka yang dapet penggilan. Nah sekarng aku kpngen cerita so...

EGP dengan rasa maskanku.

Semenjak aku pulang dari Saudi, aku memilih tinggal di tempatku yang dulu. Lokasinya sama tapi sekarng dilantai paling atas. Kalo di sini disebut sutuh. Sementara ini di dalamnya ada dua penghuni. Yang satu dari Jambi sedangkan yang satu lagi dari Medan. Rumahnya cukup luas, terdiri tiga kamar yang cukup luas juga, satu kamar mandi dan satu tempat masak. Semua lantainya telah dilapisi dengan karpet warna-warni. Sengaja aku memang langsung menuju rumah itu karena menurutku itu yang paling tepat. Aku sudah nggak punya hak untuk tinggal lagi di rumahku yang dulu. Karena tempat itu adalah sekretariat Persatuan Pelajar Indonesia, yang mana dulu aku sempat tinggal sementara setlah kepengurusan usai. Sementara aku kini sudah lengser dari kepengurusan. Jadi ya lebih baik cari tempat lain yang lebih netral. Sudah sekitar seminggu aku tiba dari Tanah suci. Namun belum juga membiasakan diri beraktifitas kayak biasanya. Seringkali masih terkena virus aras-arasen. Seperti halnya untuk masak, selama...